Plak…

Perih itu sudah lama menjadi temanku
Bahkan dia datang saat harapan memelukku terlalu kencang

Tapi aku tidak suka ketika dia datang dalam diam
Mengendap dalam perhiasan gelap malam

Aku lebih senang dia jelas menyatakan keberadaannya
Menari bersama bayangan raksasa
Dan menamparku seketika

PLAK!

No comment »

mimpi owe di siang bolong (bag.2)

…mimpi gw yang ke-2 adalah.
Gw mo mengembangkan psychology cyberspace.
Dulu ada filsuf yang bilang. Manusia modern sekarang itu melompat, bukan berjalan. 
Gw pikir sih sekarang ngapain lompat2 kalo mo ke tujuan? Sekarang ada internet.. mau ngirim sesuatu tinggal email. Mo liatin poto tinggal upload. Mo nyari info tinggal ngegugel.. Dan lain sebagainya.
Semakin banyak interaksi yang terjadi di internet, semakin cepatlah arus informasi yang terjadi.
Katanya.. di mana ada manusia, di sana ada psikologi, karena ceunah mah.. psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.
Nah.. salah satu mimpi yang ingin gw konkritkan adalah, membuat suatu website psychology center.
Di dalamnya antara lain, yaitu:
  •  Artikel-artikel tentang psikologi populer (yang ngisi psikolog)
  •  Artikel-artikel untuk para psikolognya (Ini juga yang ngisi para psikolog)
  • Jurnal-jurnal penelitian yang baru-baru (penelitiannya dari seluruh dunia dari universitas-universitas Internasional)
  • Forum diskusi untuk umum yang membahas tentang psikologi. Mo psikologi anak, psikologi sosial, psikologi industri, dll. Tiap topik diskusi, ada psikolognya.
  • Blog buat para anggota, yang ini juga buat umum. Tapi blognya isinya ngomongin tentang dirinya dan pemikirannya (lebih ke personal diary)
  • Ada chat roomnya.. tiap room membawa topik yang berbeda-beda.
Terus, karena ini mimpi, jadi boleh dong berlebay2 dikit.. Gw mau:
  • Ada database khusus tentang psikolog-psikolog di dunia. Misalnya info2 psikolog2 yang menyediakan training (biasanya psikolog industri), psikolog2 klinis yang bekerja sebagai konsultan umum maupun yang mempunyai spesialisasi khusus kaya konsultan pernikahan, atau logo terapis, psikolog perkembangan juga.. untuk mengembangkan potensi anak, di seluruh dunia. databasenya lengkap kap.. tempatnya di mana, siapa psikolognya (kalo namanya diklik ada CVnya), ratenya akan dikasih setelah orangnya emang beneran niat mo ke sana. Biar orang ga repot lagi dan bertanya-tanya kalo nyari psikolog di mana ya?
  • Ada kuis-kuis psikolog dari yang ringan kaya di blogthings, sampe yang bener-bener harus bayar dan hasilnya dikirim ke psikolog beneran untuk diinterpretasi.
  • Ada juga satu chat room khusus buat orang yang mau konsultasi khusus tentang apa aja.. tiap cabang psikologi psikolognya akan online 24 jam (karena tingkatnya internasional) jadi psikolog yang jaga bergantian dr segala penjuru dunia. Kalo mau kopdar dan diteruskan offline itu terserah psikolognya. Untuk yang ini, harus bayar, jadi yang curhat emang niat. Kalaupun dia boong kan, setidaknya membantu orang itu buat menyalurkan energi negatif ke orang yang semestinya kerjanya ngedengerin.. (makanya bayar untuk fasilitas yang ini)
  • Buat mahasiswanya, selain jurnal-jurnal psikologi dari seluruh dunia (ada yang gratis ada yang bayar) bisa juga menitip kuesioner di sini untuk penelitiannya. Jadi orang lain yang pengen berpartisipasi bisa ngeliat infonya ada penelitian apa saja yang sedang terjadi, atau bisa membantu penelitian profesor2 dari luar negri.
Intinya sih, mengenalkan psikologi ke seluruh dunia.. dan mengembangkan psikologi untuk masyarakat.. lucu kan kalo katanya ilmu mengenai manusia, tapi ga familiar buat manusianya?
nah.. tu mimpi gw yang ke dua.. ada yang mo nambahin?

No comment »

monolog blog

Blog ku sayang.. blog ku malang..

Yang selalu setia menjadi tumpahan muntahanku..
Seperti kekasih yang tidak dimengerti oleh yang dianggapnya kekasih..

dan bercerita pada bantal melalui mimpinya..

Kamu yang mengajarkanku percaya diri untuk menulis. Lalu dipublikasikan ke seluruh dunia, walaupun entah mereka akan membacanya atau tidak. Berguna atau sia-sia.

Dirimu membantu aku yang ekstrovert ini untuk menyalurkan kebutuhan dasarku. Di saat aku menyadari masalahku sebenarnya itu-itu saja. Di mana diriku merasa bersalah jika harus bercerita tentang sesuatu yang tidak cukup penting dibandingkan permasalahan teman-temanku yang lain.

Sahabat bisuku membebaskan aku berlari diantara pikiranku sendiri, tanpa terikat tata bahasa. Tanpa ada keharusan dimengerti oleh orang lain. Hanya tali lusuh wujud gengsi yang terkadang mengharuskan tulisanku setidaknya bermanfaat untuk orang lain. Padahal kan dia hanya diam, menerima huruf-huruf yang aku ijinkan satu persatu muncul seperti jamur Mario Bros…

Dulu katanya.. mencari teman untuk berbagi beban itu sulit. Tapi kalau mencari orang untuk dibantu, banyak stok, dan tidak habis-habis.

Bagaimana kalau aku sudah dapat temen berbagi beban, tapi aku pun tidak tega membebani pundak mereka sementara beban mereka pun sudah besar dari awal mula?

Seperti kata mba Avril yang beberapa tahun lalu sering teriak-teriak “Isn’t anyone try and find me won’t somebody come take me home..”
Sementara sahabat bisuku ini yang menjadi rumah bagiku, disaat aku menjadi rumah bagi yang lain.

Ah, tapi kata temanku aku belum jadi rumah.. aku masih jadi tempat persinggahan di tengah gurun yang kering.

Mungkin itu sebabnya ya? Kadang-kadang ada yang tidak kembali, tapi yang pasti tidak ada yang menetap.. Yah, yang jelas haus mereka yang bersinggah pun mengobatiku. 

Tapi mungkin temanku juga salah. Aku bukan rumah singgah di padang pasir. Tapi mobil berjalan tempat bersinggah, tempat singgah berjalan? Bar mobil? ya atau apalah… Karena aku pun tak bisa diam. Makanya tidak ada yang menemukanku dan membawaku pulang ke rumah. Jalan mulu sih!

Duh blog.. Aku seperti membutuhkan seseorang, tapi tidak sembarangan orang. Tapi aku juga merasa belum siap benar untuk berbagi. Bagaimana kalau aku menemukan seseorang tapi malah membuatku lebih tersesat?

Huh.. sebenarnya aku tidak perduli jika tersesat.. Asalkan si orang ini ternyata membawa teduh rumah dalam sorot matanya..

Sehingga tiap kali aku melihatnya, aku sudah di rumah..

Kamu blog yang sekarang jadi rumahku. Tapi kamu tidak punya mata yang dibawa ke mana-mana. Kamu juga diam saja kalau aku kasih pertanyaan. Kamu cuma memfasilitasi teman-teman yang perduli untuk menjawab apa-apa pertanyaan aneh yang aku lontarkan.

Tapi aku tetap butuh teman bercerita yang lain juga..

Hmm.. perasaan seperti itu tidak akan selesai. Tema kesindirian memang akan selalu ada.

Anyway, terima kasih ya blog. Makanya itu, tanda terima kasihku untukmu tolong didoakan selesai bulan depan. Biar kamu tambah terkenal, dan diurusi oleh orang-orang banyak. Supaya orang yang tidak tahu menjadi tahu, dan mengambil manfaat seperti aku padamu…

Amin..

No comment »

*sigh*

aku berada diantara jengah dan muak
ketika semuanya tercecer dan satu-satunya yang bisa membereskan
adalah diriku sendiri
sementara aku membenahinya
sekelilingku berlari dan tak berhenti
aku tidak suka
memang masih ada yang di belakangku
tapi jalan di depan pun masih jauh
belum lagi pertigaan yang membingungkan
lalu aku harus bagaimana?
telan keluhku bulat-bulat
biar jadi bekal tenaga untuk berlari
dan yang terjadi telah terjadi
terlalu banyak yang dibenahi
sedangkan waktuku tidak cukup
images from: gettyimages.com
Smile
Smile though your heart is aching
Smile even though its breaking
When there are clouds in the sky, youll get by
If you smile through your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
Youll see the sun come shining through for you

Light up your face with gladness
Hide every trace of sadness
Although a tear may be ever so near
Thats the time you must keep on trying
Smile, whats the use of crying?
Youll find that life is still worthwhile
If you just smile
  

Words by john turner and geoffrey parsons and music by charlie chaplin

 

 

 

No comment »

untukmu.

Otakku penuh, sekaligus kosong.

Kosong, sekaligus ramai.

Bisikkah yang memenuhinya?

atau pikiranmu yang sedang masuk?

 

Ketika yang bermakna berada dibalik yang nyata.

Maka apakah makna itu nyata?

Atau cuma bayangan kenyataan?

atau cuma harapan?

 

Saat itu jadi harapan

Apakah dia bersalah atas kenyataan?

 

Padamu aku temukan sesuatu yang melengkapiku.

Di mana itu sudah terkubur lama dan mengerak.

Menjadi fosil yang tak ternilai harganya.

 

Akupun yakin melakukan hal yang sama padamu

Tapi kacamatamu sudah terlalu usang untuk melihatnya.

Sehingga mungkin akan kau buang

Menganggapnya sebuah batu kerikil biasa.

 

Ketakutanmu terlalu besar

Marilah kemari, singgah..

sebentar pun tak apa..

Tapi jangan tidur

Karena saat bangun kau akan lupa..

 

Bicara padaku

Jangan malu tanyakan sesuatu

Karena akupun punya pertanyaan yang sama

 

Ketika kita tidak mempunyai jawabannya

Mari mencarinya bersama

 

Jangan takut padaku

Aku tidak meminta balas apapun

Di waktu kita menemukannya

Aku tidak meminta bagianku

Dan tidak akan menahanmu

 

Biar pikiranku tetap kosong.. sekaligus ramai

No comment »

  Akhir-akhir ini, gw menyadari kalo hubungan gw sama Tuhan sedikit
memburuk. Solat udah kaya olah raga aja.. ga ada rasa-rasanya..Abis
solat lansung berdiri,  terus gw juga ga menjaga omongan, suka ngatain
orang.. hehe.. dan banyak lah.

Tapi
satu hal yang tadi tiba-tiba gw inget. Gw dulu pernah bilang sama
Tuhan, kalo gw dikasih pembelajaran, tolong pembelajaran itu bisa cepat
gw mengerti, dan bisa gw pahami hikmahnya dengan mudah.

Gw
orangnya senang sekali belajar. Tapi karena gw banyak kelemahan,
makanya gw bilang gitu sama Tuhan. Takut gw lemot ketika diberikan
pembelajaran. Ga perlu pembelajaran tentang hidup sih. Orang gw
diajarin secara langsung aja kadang-kadang gw lemot. Harus diulang,
dibaca berkali-kali, baru deh ngerti.

Kaya tadi aja. Sebenernya
gw belajar kalo Tuhan tuh ga pernah ninggalin gw. Pemahaman ‘ninggalin’
itu teryata cuma yang gw rasa, dan itu semuanya dari gw.

Berapa
kali sih gw belajar ngaji dari ustad yang dulu pernah papa datengin ke
rumah. Memang ga sedalem orang-orang pesantren yang tau dengan detil
fiqih, aturan dan lain sebagainya. Pelajaran dasar yang gw dapet. Sampe
gw bosen karena ituu ituuu aja yang diulang. Gw belajar tentang Tuhan,
dikenalkan dengan Tuhan, tapi gw ga tau sebenernya siapa sih Tuhan itu?
Gw jadi pernah bilang sama Tuhan juga, "entah kenapa, walaupun aku
belom pernah ngeliat kamu Tuhan, aku percaya kamu ada, tapi tolong
yakinkan kamu memang ada."

Bener lah gw lemot. Sudah banyak
gerutuan gw yang gw lempar ke sana kemari. Gw pernah bilang gw selalu
sendiri, gw ditinggalkan, gw menderita, dan lain sebagainya. Kalopun gw
pernah pada akhirnya berpura-pura mengerti dengan kalimat "Tuhan tidak
pernah meninggalkanmu" kelemotan gw dan kesotoyan gw akan bilang,
mungkin Tuhan itu pelarian penderitaan, mungkin memang bener gw cuma ke
Tuhan kalo gw menderita, yang fatalnya, bikin gw tersugesti kalo gw
akan datang ke Tuhan kalau waktu-waktu tertentu aja.

Dan
ternyata, gw memang ga pernah sendiri. Tuhan memang selalu menepati
janji, dan Dia.. guru yang benar-benar ga ada capenya ngajarin gw. Mo
gw jatoh, menderita, jungkir balik, marah-marah, cerita sama temen,
udah gitu sadar, nangis-nangis, nulis diblog tentang Dia, terus ga
sadar lagi dan bikin jauh, terus gw nakal lagi, jatoh lagi,
nangis-nangis lagi.

Dia selalu menepati janji, dan mengajarkan banyak hal dari banyak orang dengan banyak cara.

Buat
gw yang lemot ini, dia mengerti. Perlu berapa kali tangisan untuk
memahami kalo Dia itu maha baik. Dia tau, ga bisa sekali doang ngajarin
gw terus gw bisa paham dengan detail apa maksud dia itu "Maha baik".

Dia
tau, perlu berapa kali gw jatoh, sakit badan, sakit hati, bahkan
dibuatnya gw hampir gila untuk ngajarin gw, sampai gw benar-benar paham
kalo Dia ga pernah ninggalin gw.

Pertama dia kasih kata-kata.
Entah dalam bentuk tulisan, buku, entah bentuknya omongan orang. Lalu
kemudian dia ajari pelan-pelan dengan apapun yang gw temui dan gw
alami. Di mana lagi gw dapet fasilitas paling lengkap di seluruh jagad
raya, kalo gurunya ga kaya raya?
Dia kasih tau kalo Dia itu maha
baik, maha pengasih dan penyayang, maha kaya, dan segala maha-maha yang
lainnya yang sebelumnya gw cuma ngerti secara harfiah.

Dia udah
bilang ma gw "Cukup Aku bagimu" yang gw mengerti artinya secara
literal, dan bisa gw translatenya dengan mudah ke bahasa palembang atau
inggris. Cuma Dia ajarin gw pelan-pelan dari pengalaman, dari hidup gw,
dan gw jadi merasakan kata, walaupun sedikit-sedikit.

Gw dulu
pernah denger kata-kata yang kalo ga salah bunyinya "Orang yang beriman
itu ga akan pernah susah". Secara kata-kata ya gw ngerti, maksudnya
kalo beriman ga akan susah. Tapi kok gw mikir ga mungkin ya? Gw belom
ketemu orang yang ga pernah susah. Terus gw jadi meragukan kata-kata
itu yang katanya dari Tuhan. Apa bener dari Tuhan? Apa emang bener
kata-kataNya? atau ternyata orang yang gw temui memang ga ada yang
bener-bener beriman? hihi..

Terus.. pertanyaan semakin banyak,
muter-muter, ampe gw pusing sendiri. Lalu Tuhan ngajarin gw dari temen
gw. Masih aja lemot, bandel, ga ngerti-ngerti juga, dan Dia dengan
sabar.. ngebuka satu-satu pandangan gw…

Gw tau, buat gw yang
banyak kekurangan ini, sulit untuk memahami dengan cepat makna dari
sebuah proses pembelajaran. Belom lagi ada ketakutan dibilang sok
relijius, sok pinter, dijauhi, atau pemikiran kalo ini cuma pembenaran,
dan lain sebagainya.

Tapi setidaknya, yang makin gw yakin
sekarang adalah, Tuhan itu memang selalu ada buat gw, dan ga akan
pernah salah kata-kataNya. Mo pertamanya keliatan ga tepat, gw bisa
bilang ternyata hal itu disebabkan gw ga melihat lebih dalam dan
keterbatasan otak gw. Kemudian Dia, dengan sabar mengajari gw
pelan-pelan.

Buat gw, ini yang gw rasain sekarang, dan bukan
pembenaran. Walaupun masih banyaaaaaaaaaaaaaaak banget yang belom gw
pahami, dan pertanyaan-pertanyaan yang memusingkan otak gw juga belom
semuanya terjawab.

Tapi setidaknya, kelulusan anak TK juga harus
disukuri, setidaknya dia udah bisa mengenal hurup, walaupun membacanya
sambil mengeja. ya ga?

Karena apapun yang terjadi saat ini pada
gw adalah permintaan gw ke Tuhan, dan dia mengabulkannya dengan cara
yang amat sangat baik.

Karena Dia ada.

Love you, God. I mean it.   

No comment »

ignorance

gw sebenernya sedih, ketika diri gw jadi tidak perduli dengan satu hal. Menurut gw, mending gw membenci sesuatu daripada gw bersikap apatis. Karena menurut gw, apatis itu lebih parah dari membenci. Tapi mungkin itu salah satu jalan yang memang harus ditempuh. Ketika gw bener-bener full, eneg, sakiiit, puyeng, dan pada akhirnya..mati rasa.

tambah kuat? hmm.. ga tau juga.

tambah ignorance sih iya.. hihihihi..

ya kita liat sajalah.. apa pembelajaran selanjutnya.

No comment »

hi! hello!

Kesethey.. hello..
welcome to my world!
hati-hati banyak serpihan halus yang mungkin menusuk kakimu.

Tapi aku senang kamu ingat aku..
hihi..

Kira-kira, drama apalagi yang menanti?

…hmm

*wandering*

Comments (7) »

Terkadang aku takut dengan kata-kata. Bagaikan bumerang, dia akan balik menyerangmu.
Hari ini aku bilang aku cinta. Besok paginya aku meninggalkanmu. Lalu lusa, aku akan memintamu untuk berada di sampingku.
Dan semua adalah produk kata-kata yang aku sampaikan kepadamu.

Tapi apa benar, yang aku sampaikan bisa terkatakan dengan baik? dan.. apa benar.. yang kau terima adalah apa yang aku berikan?

Apa bisa, kamu menerima sebuah "A" tanpa merubahnya menjadi "A`" atau "B" atau bahkan "D" ?

Kemudian aku berjalan diantara masa lalumu. Bertemu dengan banyak kata cinta, atau filosofi cinta, atau apalah itu yang kau sebar seiring dengan langkahmu yang tidak mungkin dimundurkan.

Dan aku bertanya-tanya. Apakah kamu sungguh-sungguh saat itu? Atau itu hanyalah ilusi harapanmu saja?

Keterpisahan itu perih, sayang. Aku yang berpura-pura kuat menerimanya. Ketika aku yakin luka itu sudah mengering dan berhenti merawatnya. Kamu datang sekedar untuk melihat. Kemudian luka itu kembali berdarah dengan sendirinya.

Aku diam, mencari kata-kata, dan yang kutemukan cuma kata ’sakit’.

Aku terdiam, kau mengajak bicara, dan aku seperti linglung.

Aku mencari kata-kata diantara teman-temanku. Terlalu banyak, kemudian aku kembali ke kotak pertama. Tidak tahu mana yang benar, mana yang harus aku pilih. Lalu semuanya hilang, kecuali kata ’sakit’.

‘Sakit’ yang menemaniku setelah kamu pergi. Yang menggenggam jantungku ketika kamu melepasnya. Menggenggamnya terlalu kuat sampai aku sulit bernafas.

Kemudian aku letih akan semuanya. Akan hari-hariku, akan pikiranku, akan dirimu, dan rinduku.

Aku ingin memberikan kata ‘pergi’ tapi kata ’sayang’ melarangku. Dirimupun berkata ‘kamu paling mengerti aku’ yang menambah kabut diantaranya. Lalu kata mana yang harus aku berikan? Apakah memang aku harus memilih? Dan tidak ada satupun yang mau memberi kata-kata yang bisa memilih dari kata-kata diantara kata-kata…

Kata tanya yang katanya.. butuh jawaban dari hati: kata hati. Lalu aku tahu dari mana hati yang menjawabnya? Bukan kesombonganku atas kata ‘kuat’ atau atas kata ‘rapuh’ yang kau haramkan untukku?

Tolong, sayang.. Kali ini jangan lakukan untukku.. Tapi untuk dirimu.. Tolong bacai dengan baik lagi kata-kata yang telah kau keluarkan, katakan, dan yang telah kau tulis.
Tolong ingat baik-baik doamu yang kemarin, yang tertulis dengan jelas, dibacai oleh banyak orang, dikomentari, dan menginspirasi orang lain, bahkan diriku.

Rasakan bahwa kata-katamu sudah terkabul, dan kamu bahkan tidak menyadarinya menjadi nyata.

Aku sudah letih di sini. Meracau seperti orang gila. Mengira-ngira apa salah yang sudah aku perbuat, sampai kamu tidak mau berjalan bersamaku. Padahal, dirimu sudah berkata, mata kita mengarah ke sebuah titik yang sama.

Aku sudah muak. Dengan diriku yang mengikuti kata-katamu. Karena sebenarnya diriku tidak kuat. Walaupun juga, aku tidak serapuh orang yang paling rapuh yang pernah kau temui.

Aku sudah tidak tahan menunggu kata-kata darimu kembali membuatku nyaman, tenang, dan aman seperti dulu. Membiusku dan memaksaku memproyeksikan ilusi paling indah yang pernah ada.

Sekali lagi aku katakan: Keterpisahan itu menyakitkan, sayang.. tapi akan lebih menyakitkan ketika harapan itu ada. Karena dengan beberapa tetes perhatian darimu, dia akan dengan cepat tumbuh menjadi belukar berduri tajam.

Bukankah katamu: "Hal yang paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya menyayangimu, sementara kamu tidak pernah berniat untuk mendapatkannya.."

Lalu.. Apakah, kamu pernah berniat untuk mendapatkan aku?

Atas nama kewarasan, sebelum aku gila.

Aku akan menghadapkan wajahku pada pantai pagi hari nanti. Mencoba melihat Sang Pembuat Keindahan. Sumber Ketenangan yang segalanya Bermula dan Berakhir padaNya.

Supaya nanti, aku bisa menebarkan kata-kata pada pantaiNya. Mengharap balas akan suatu jawaban yang tercetus dari hati terdalam. Apakah aku akan membantai semua sisa harapan yang masih ada, ataukah aku akan menunggumu.

Tapi sebelum itu, aku minta.. Jadilah yang kuat sehingga kau bisa mempertegas yang sudah semakin bias.

Karena apapun yang terjadi nanti, ketegasan yang akan menolongmu.

Comments (1) »

Burying_1

Malam ini kamu datang lagi. Padahal kemarin, beberapa minggu yang lalu,
aku sudah
menguburmu dengan tanganku sendiri. Tanahnya pun masih
menempel di sepatuku.

Tapi pagi-pagi sekali kamu pergi lagi.
Entah kemana, aku bingung. Kali ini perihnya yang terasa, dan
membiarkan detak jantungku kesana kemari.

Bagaimana kalau ternyata kamu tidak benar-benar mati?
Bagaimana kalau ternyata aku hanya berpura-pura menguburmu?
Bagaimana kalau ternyata, jantungmu di sana.. masih berdetak untukku?

Padahal
kemarin, aku sudah merayakan kematianmu. Teman-teman sudah aku mintai
untuk memakai baju merah, dan berpesta pora, mabuk sampai gila. Lalu
aku berpura-pura lupa, akan dirimu dan hangat tubuhmu.

….

Bagaimana kalau ternyata sebenarnya kamu yang menguburku? 

—————————————————————————————————————————————–
dan semuanya akan menjadi omong kosong sebelum dirimu kembali dan memelukku..

Comments (2) »