untukmu.
Otakku penuh, sekaligus kosong.
Kosong, sekaligus ramai.
Bisikkah yang memenuhinya?
atau pikiranmu yang sedang masuk?
Ketika yang bermakna berada dibalik yang nyata.
Maka apakah makna itu nyata?
Atau cuma bayangan kenyataan?
atau cuma harapan?
Saat itu jadi harapan
Apakah dia bersalah atas kenyataan?
Padamu aku temukan sesuatu yang melengkapiku.
Di mana itu sudah terkubur lama dan mengerak.
Menjadi fosil yang tak ternilai harganya.
Akupun yakin melakukan hal yang sama padamu
Tapi kacamatamu sudah terlalu usang untuk melihatnya.
Sehingga mungkin akan kau buang
Menganggapnya sebuah batu kerikil biasa.
Ketakutanmu terlalu besar
Marilah kemari, singgah..
sebentar pun tak apa..
Tapi jangan tidur
Karena saat bangun kau akan lupa..
Bicara padaku
Jangan malu tanyakan sesuatu
Karena akupun punya pertanyaan yang sama
Ketika kita tidak mempunyai jawabannya
Mari mencarinya bersama
Jangan takut padaku
Aku tidak meminta balas apapun
Di waktu kita menemukannya
Aku tidak meminta bagianku
Dan tidak akan menahanmu
Biar pikiranku tetap kosong.. sekaligus ramai